Category: Ormas

  • Perkuat Kerukunan Umat Beragama, FKUB Pringsewu Gelar Rakor

    Pringsewu: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pringsewu terus memupuk kerukunan umat beragama di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis demi terciptanya ketenangan dan kedamaian. FKUB Pringsewu terus bergerak melalui program-program kerukunan melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak di antaranya pemerintah daerah dan Kementerian Agama Pringsewu.

    Salah satunya seperti yang dilaksanakan pada Jumat (17/9) di aula SMK YPT Pringsewu saat FKUB menggelar Rapat Koordinasi dengan elemen terkait untuk memecahkan berbagai hal. Di antara poin yang dibahas pada kesempatan tersebut adalah terkait dengan kondisi kekinian di Kabupaten Pringsewu.

    Kepala Badan Kesbangpol Pringsewu Sukarman mengungkapkan bahwa Pringsewu merupakan kabupaten yang memiliki keragaman yang cukup tinggi. Mulai dari agama, budaya, suku, dan profesi penduduknya. Hal ini tentunya harus dikelola dengan baik agar mampu terus terkalin kerukunan di tengah perbedaan ini.

    “Orang kalau datang ke Pringsewu akan merasakan betah. Banyak saya temui orang dari berbagai daerah datang ke Pringsewu merasa nyaman. Di samping saat ini banyak spot-spot yang menarik bagi orang untuk datang ke Pringsewu seperti Bendungan Way Sekampung dan jembatan terpanjang di Lampung di Pagelaran,” ungkapnya.

    Kondisi ini juga harus menjadi perhatian segenap pihak agar tidak mempengaruhi kondusivitas daerah. FKUB juga selaku elemen yang fokus dalam hal kerukunan harus mampu berkiprah dan menjaga kerukunan dalam kegeragaman.

    Sementara Ketua FKUB Kabupaten Pringsewu KH Mahfudz Ali mengatakan bahwa setelah dilantik oleh Wakil Bupati Pringsewu pada Juni 2021, FKUB telah melaksanakan berbagai program kerukunan di antaranya dengan mewujudkan desa dan saung kerukunan di Pringsewu. Saat ini FKUB juga sedang menginisiasi terbentuknya FKUB di seluruh kecamatan di Pringsewu sebagai sarana lebih menguatkan kerukunan sampai dengan kecamatan dan desa.

    “Kita akan turba untuk membentuk FKUB di Kecamatan sesuai dengan harapan yang telah disampaikan Wakil Bupati Pringsewu saat melakukan audiensi,” ungkapnya.

    Dalam waktu dekat ini lanjut Kiai Mahfudz, pihaknya akan menggelar Rapet Kerja yang ditujukan untuk mempertajam program-program baik jangka panjang, menengah, maupun pendek. “Kita tidak ingin menjadi organisasi yang wujuduhu ka’adamihi, adanya seperti tidak ada. La yahya wala yamutu, menghabiskan biaya, tapi nggak bermutu,” katanya disambut senyum para peserta rakor. (Muhammad Faizin)

  • Hiasi Momen Kemerdekaan, PC IPNU IPPNU Kota Bandar Lampung gelar Webinar Nasional

    Bandar Lampung: Masih dalam momen Kemerdekaan Indonesia yang ke 76, Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Kota Bandar Lampung gelar Webinar Nasional yang mengusung tema “Membangun Pemuda Nasionalis, Religius Tanpa Radikalisme” di aplikasi Zoom Meeting, Minggu (29/8/2021).

    Webinar tersebut diisi mengundang beberapa pemateri yaitu Rudy Irawan, S.Pd.I, S.M.I, selaku Wakil Ketua PC NU Kota Bandar Lampung, Kabid Pengkajian dan Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Lampung yakni Dr. Abdul Qodir Zaelani, S. H. I., M.A. serta tokoh adat Lampung, Irjen Pol (P) Dr. H. Ike Edwin, S. IK., S.H.,M.H.M.M yang juga merupakan Purnawirawan Kapolda Lampung yang menjabat di tahun 2016. Kegiatan ini juga diikuti ratusan peserta dan pengurus IPNU IPPNU se-Kota Bandar Lampung.

    Ketua PC IPNU Bandar Lampung, Saibani jelaskan tujuan diadakannya webinar agar tumbuh rasa cinta tanah air dan meminimalisir paham-paham akan radikalisme sejak dini.

    “Dalam momen kemerdekaan ini, Kita mengajak pemuda kembali menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mencegah radikalisme” tutur Bani.

    Selain itu dalam webinar, Wakil Ketua PC NU Kota Bandar Lampung, Rudy Irawan, S.Pd.I, S.M.I berpesan kepada para pelajar dan para pemuda agar bisa menumbuhkan rasa nasionalisme, menurutnya hal tersebut merupakan salah satu upaya menghargai para pejuang terdahulu yang telah mempertahankan kemerdekaan

    “Pelajar maupun pemuda harus bisa menumbuhkan rasa Nasionalisme sebagai upaya kita untuk menghargai para pejuang, para ulama yang telah mempertahankan kemerdekaan” Katanya

    Lanjutnya “tanamkan dalam diri kita jiwa Nasionalisme dan cinta tanah air yang besar,”

    Sementara itu, pemateri Dr. Abdul Qodir Zaelani, S. H. I., M. A yang juga Kabid Pengkajian dan Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Lampung menjelaskan beberapa faktor yang dapat menimbulkan Radikalisme yaitu : Kurangnya pemahaman agama, kurangnya pahaman kebangsaan dan kurangnya kecintaan lokal wisdom. Menurut AQJ sapaan akrabnya, berpesan bahwa jihad tidak harus dengan peperangan fisik saja, namun memerangi kebodohan juga termasuk jihad.

    “Jihad tidaklah harus dengan peperangan fisik, memperangi kebodohan jugalah jihad,” Katanya

    Narasumber terakhir yang Purnawirawan Kapolda Lampung, Irjen Pol (P) Dr. H. Ike Edwin, S. IK., S.H.,M.H.,M mendapati sebuah pertanyaan bahwa banyaknya suku, ras maupun budaya bisa saja dapat menimbulkan konflik. Mendengar pertanyaan itu, Dang Ike sapaan akrabnya mengatakan sebuah pepatah yaitu “Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung” yang artinya adalah dimana kita berada harus bisa menghargai orang lain atau orang pribumi.

    Dang Ike mengajak kita semua untuk hidup rukun dan menjadikan orang pendatang sebagai bagian keluarga, mengajarkan mereka bagaimana hidup berdampingan dengan baik.

    Dalam kegiatan ini, ketua PC IPPNU Bandar Lampung, Tira Pitri Yantika juga berpesan kepada pemuda agar belajar ilmu agama yang benar serta paham sanad keilmuannya

    “Pemuda jangan belajar ilmu agama melalui internet atau melalui sumber yang belum jelas sanadnya(silsilah) keilmuannya,” katanya.

    Lebih Lanjut, Tira sampaikan Pemuda harus bisa menghargai para pahlawan, nasionalisme dan menghargai perbedaan agama.

    Untuk diketahui, webinar ini lanjutan program kegiatan mengisi momen Kemerdekaan Indonesia yang ke 76 dengan mempublikasikan hasil pemenang perlombaan yang telah diselenggarakan sebelumnya. (Riski Firmanto)

  • Selamat Datang Presiden RI di Provinsi Lampung

    Bandar Lampung: Pengurus Cabang GP Ansor Kota Bandar Lampung menyambut baik kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Provinsi Lampung guna melakukan serangkaian kunjungan kerja pada 2 September 2021 mendatang.

    Kedatangan Presiden Jokowi ke Lampung patut diapresiasi sebagai langkah nyata dan wujud perhatian beliau terhadap kondisi Lampung terkait pandemi Covid-19. Berdasarkan data dashboard Kementerian Kesehatan RI hingga 29 Agustus 2021 capaian vaksin dosis 1 Prov.Lampung masih rendah sebesar 12,04% dan vaksin dosis 2 sebesar 7,78% dari target 6,6 juta jiwa lebih. Demikian juga dengan tingkat kematian Covid-19 di Lampung yang masih memprihatinkan.

    Kehadiran orang nomor satu di republik ini tentu menjadi suntikan semangat bagi semua pihak dalam penanganan Covid-19 di Lampung. Momentum kunjungan Presiden Jokowi juga diharapkan dapat menjadi pemicu semangat untuk terus berjuang ditengah kondisi ekonomi terdampak Covid-19 yang belum pulih.

    Perhatian yang diberikan oleh Presiden Jokowi ini tentu membanggakan bagi kita semua masyarakat Lampung. Menyimak pemberitaan berbagai media bahwa Presiden Jokowi juga akan meresmikan Bendungan Way Sekampung di Kab. Pringsewu. Hal tersebut juga patut kita syukuri dengan harapan dapat lebih meningkatkan hasil pertanian serta penyediaan air baku untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

    Kunjungan Presiden Jokowi di Lampung dalam situasi penerapan PPKM dapat kita maklumi bersama, dengan tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan. Sehingga dengan demikian kita terhindar dari kerumunan yang berpotensi menimbulkan masalah baru.

    Selamat datang Bapak Presiden di Lampung Sang Bumi Ruwa Jurai, semoga kehadiran pemimpin di tengah situasi sulit ini menjadikan kesehatan pulih dan ekonomi bangkit. (Mamat Pribadi)

  • Malam ini, Temu Alumni Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo

    Way Kanan: Bertempat dihalaman komplek Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo, Bumi Harjo, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung, insyaallah besok, Sabtu, (28/8) jika tidak halangan yang berarti akan digelar rangkaian agenda Haul Kiai Mustamar Hasan ke-13 dan Nyai Mar’atus Sholikah ke-3.

    Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo, Bumi Harjo, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung, Gus Mahmud Badarudin atau biasa disapa Gus Badar, disela-sela persiapan acara tersebut, Sabtu (28/8) siang.

    “Selain Haul Kiai Mustamar Hasan ke-13 dan Nyai Mar’atus Sholikah ke-3, juga akan digelar ziarah ke makam Kiai Mustamar Hasan dan Nyai Mar’atus Sholikah dan dilanjutkan temu alumni Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo, Bumi Harjo, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung, pada sore hari bakda Ashar,” tambah alumni UIN SATU Tulung Agung, Jawa Timur ini.

    “Alhamdulillah, sejak Pesantren ini berdiri sejak pada 21 Juni 1993 / Senin Legi, 1 Muharram 1424 H, kiprah para alumni tersebar di wilayah Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung dan sekitarnya, bahkan ada yang di Jawa Timur, dan lain-lain,” tambahnya.

    “Meskipun masih dalam suasana musibah global pandemi Covid-19, sekaligus PPKM ini, temu alumni Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo, Bumi Harjo, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung adalah momentum untuk saling silaturahim, merekatkan kembali tali persaudaraan, persahabatan antar alumni,”pungkasnya.

    Sekretaris panitia pelaksana kegiatan, Zainal Arifin, menambahkan, puncak acara Haul dan temu alumni Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo, Bumi Harjo, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung, pada Sabtu (28/8) malam ini, adalah mauidhoh hasanah yang akan disampaikan Ustadz Ibnu Hajar Ansyori dari IAIN Kediri, Jawa Timur dan Ustadz M. Yusuf Wahyudi.

    Sebagaimana kita mafhumi, diceritakan oleh Gus Badar, bahwa Pesantren Darul Ulum Tanjung Rejo, Bumi Harjo, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung didirikan oleh Kiai Mustamar Hasan. Beliau lahir di Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara, 12 Maret 1958 dan wafat pada Januari 2008.

    Semasa remajanya, Mustamar Hasan muda pertama kali mengaji di Pesantren Sriwangi OKU Timur, Sumatera Selatan dan kemudian melanjutkan pengembaraan menuntut ilmunya di Pesantren Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur.

    Setelah boyong dari Pesantren Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, abah kembali ke Way Kanan, Lampung, kemudian bertemulah dan menikah dengan salah seorang gadis asal Sumedang Sari, OKU Timur, Sumatera Selatan, bernama Ny Mar’atus Sholikhah, beliau lahir di Rawa Bening, OKU Timur, 1 Juni 1970 dan wafat pada 1 Oktober 2018, Ny Mar’atus Sholikhah adalah alumni Pondok Pesantren Ash Shidiqiah Jakarta, yang didirikan oleh almarhum almaghfurlah KH Noer Muhammad Iskandar. (Akhmad Syarief Kurniawan)

  • PC Fatayat NU Bandar Lampung Berikan Santunan di Idul Yatama

    Bandar Lampung: Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Bandar Lampung mengadakan santunan anak yatim pada hari Kamis, (19/8) atau yang bertepatan dengan 10 Muharram 1443 H. Kegiatan santunan anak yatim dilakukan sebagai upaya membantu meringankan dampak pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, sekaligus memperingati hari Idul Yatama (hari raya anak yatim).

    Agenda santunan yang dilakukan PC Fatayat NU Kota Bandar Lampung dilakukan dengan berkolaborasi bersama tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC), diantaranya PAC Labuhan Ratu, PAC Way Halim, PAC Tanjung Senang, PAC Kedaton, PAC Panjang, PAC Teluk Betung Barat, dan PAC Langkapura.

    Pendistribusian santunan dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker semala kegiatan berlangsung, tidak saling berjabat tangan, dan mengatur barisan setiap kecamatan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang keberadaannya tidak dapat di deteksi dengan panca indera. Dan kegiatan santunan dilakukan dengan waktu yang singkat mengingat kondisi PPKM yang masih berlangsung saat ini.

    Harapan bersama agar kegiatan sosial seperti ini mendapat dukungan dari banyak pihak, terlebih kondisi pandemi memang harus dihadapi bersama-sama antara Pemerintah dan masyarakat. Selain itu, Ulfah Alfiyah Darajat (Teh Ulfa) selaku Ketua PC Fatayat NU Bandar Lampung mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan seluruh kader PC dan PAC nawungan Fatayat Bandar Lampung yang telah membantu terselenggaranya agenda santunan.

    “saya mengucapkan banyak terima kasih, kepada seluruh donatur dan kader. Semoga agenda santunan ini dapat memberikan manfaat kepada adik-adik yang membutuhkan dan semakin banyak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak” sampai Teh Ulfa. (Tika)

  • Malam ini, Tahlil dan Doa 7 Hari Nyai Hj. Subhianah

    Lampung Tengah: Tanpa mengurangi rasa hormat, bahwasannya, Tahlil dan do’a memperingati 7 hari wafatnya Ibu Ny Hj Subhianah binti Abdurrahman dilaksanakan pada: Kamis malam Jum’at, pukul 20.30 WIB, 5 Agustus 2021 M / 27 Dzulhijjah 1442 H. Bagi yang belum bisa hadir, dimohon dapat mengikuti rangkaian acara secara virtual melalui live streaming di Facebook dan Instagram @terasdarussaadah.

    Demikian undangan yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMINU) Provinsi Lampung, Gus M.Hisyamudin melalui pesan berantai di group whatsapp KBNU Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (5/8/2021) pagi.

    Nyai Hj Subhianah binti Hi.Abdurrohman atau akrab di panggil Bu Nyai Muhsin Abdillah adalah istri KH Muhsin Abdillah Rais Syuriah PWNU Provinsi Lampung masa khidmat 2018-2023, sekaligus pengasuh Pesantren Darussaadah Mojo Agung, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah. yang telah wafat pada Jumat (30/7/2021) bertepatan 20 Dzulhijjah 1442 H lalu.

    Bagi Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah, KH Imam Suhadi, Nyai Hj Subhianah binti Hi.Abdurrohman atau akrab di panggil Bu Nyai Muhsin Abdillah, adalah orang baik, tirakat, perjuangan, pengabdian yang tak terhingga selama menemani abah Rais Syuriah PWNU Provinsi Lampung, KH. Muhsin Abdillah, dalam membina, mengasuh dan membimbing para santri Darussa’adah, semoga beliau husnul khatimah, alfaatihah.

    Ribuan santri, alumni, dan para takziyah menjadi saksi kepergian beliau untuk selama-lamanya. Nyai Hj. Subhianah binti H. Abdurrohman dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. (Akhmad Syarief Kurniawan)

  • Maksimalkan Sensus Potensi Jamaah NU Berbasis Data, MWCNU Seputih Agung Tembus 4 Besar Nasional 

    Lampung Tengah: Pendataan warga NU / sensus warga NU ini adalah tanggung jawab kita semua, pengurus NU dari semua tingkatan. Kita jangan terlena bangga dengan sisi jumlah (kuantitas), sensus ini hanya alat untuk memaksimalkan potensi jamaah NU. Kami ucapkan selamat kepada jajaran keluarga besar MWCNU Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, yang sukses melaksanakan proses sensus warga berbasis android, sehingga tembus 4 besar Nasional.

    Hal ini disampaikan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah, KH. Slamet Anwar, S.Pd.I, disela-sela silaturahim di kediaman Ketua MWCNU Kecamatan Seputih Agung, Kiai Ihsan, Senin (2/8/2021) malam.

    “Dengan adanya data valid warga NU ini dengan mudah kita maksimalkan potensi jamaah NU dimasing-masing Ranting NU, misalnya ada berapa petani NU, Nelayan NU, saudagar-saudagar NU, sarjana NU, ada berapa guru-guru NU, dan kita gerakkan LAZISNU, dan lain – lain,” tambah pengurus Pagar Nusa Provinsi Lampung ini.

    “Dan yang tak kalah penting, selain pendataan KARTANU Online ini, saya mengajak semua elemen pengurus MWCNU dan Ranting NU, warga nahdliyyin se Kabupaten Lampung Tengah khususnya dan Provnsi Lampung umumnya ini untuk mensukseskan agenda Muktamar ke – 34 NU di Pondok Pesantren Darussa’adah Mojoagung, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung pada tahun 2021 ini,” tambah anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah periode 2019 – 2024 ini

    Ketua MWCNU Kecamatan Seputih Agung, Kiai Ihsan, menyampaikan, syukur alhamdulillah MWCNU Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah untuk kedua kalinya masuk dalam Top 5 MWCNU se Indonesia program pendataan sensus warga NU, informasi ini kami peroleh dari admin KARTANU per 2 Agustus 2021.

    “Proses kerja keras sensus warga NU di wilayah Kecamatan kami melibatkan semua unsur baik MWCNU, hingga Ranting NU, Lembaga NU, Badan Otonom NU, pengasuh Pesantren, yang tersebar di sepuluh Kampung / Desa yaitu; Ranting Harapan Rejo, Ranting Endang Rejo, Ranting Dono Arum, Ranting Seputih Agung, Ranting Bumi Kencana, Ranting Gayau Sakti, Ranting Fajar Asri, Ranting Muji Rahayu, Ranting Sulusuban, dan Ranting Bumi Mas, dengan total sementara pendataan KARTANU Online berjumlah 921,” tutupnya.

    Koordinator Tim admin KARTANU Kabupaten Lampung Tengah, Mustajab Mujahid Mustakim, S.Kom, menambahkan, sensus warga NU berbasis Online ini adalah satu implementasi semangat Menuju 1 Abad NU dan mensukseskan Muktamar ke-34 NU di Kabupaten Lampung Tengah, dan alhamdulillah PCNU Kabupaten Lampung Tengah masuk 4 besar Nasional top PCNU dan MWCNU Seputih Agung masuk 4 besar top MWCNU Nasional pendataan Kartanu.

    “Oleh karena itu sebagai bentuk Apresiasi PCNU Kabupaten Lampung Tengah atas kinerja admin MWCNU Kecamatan Seputig Agung, PCNU Kabupaten Lampung Tengah menyerahkan penghargaan/reward berupa seragam NU, sarung, vitamin untuk warga yang membuat KARTANU sebagai upaya membantu menjaga kesehatan warga dari wabah Covid-19,” tutup Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Lampung Tengah ini.
    (Akhmad Syarief Kurniawan)

  • Pesantren Walisongo, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah,Tuan Rumah Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PMII Metro

    Lampung Tengah: Dengan protokol kesehatan yang ketat, jajaran keluarga besar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Metro, Provinsi Lampung kembali menggelar proses kaderisasi, yakni Sarasehan Nasional Dan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di komplek Pesantren Wali Songo, Sukajadi, Wates, Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Senin-Jumat, (26-30/7/2021).

    Demikian disampaikan Ketua Organizing Committee Sarasehan Nasional dan PKL PMII Kota Metro, Singgih Prayogo diselas-sela acara tersebut, Jumat (30/7/2021) siang.

    “Kegiatan Pelatihan Kader Tingkat Lanjut yang diadakan oleh PMII Kota Metro ini diikuti oleh 31 kader-kader PMII terbaik dari utusan 4 Kabupaten / Kota, yaitu; Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro,” tambahnya.

    “Kegiatan Pelatihan Kader Lanjut ini merupakan kegiatan formal proses kaderisasi PMII, disaat kondisi saat ini PC PMII Metro melakukan pelatihan ini secara ketat dan mematuhi sesuai protokol kesehatan. Karena kegiatan ini diadakan Se-Lampung, kami berharap pasca dari proses kaderisasi ini, para peserta dapat memberikan perubahan nyata, aksi riil dimasyarakat,” tutupnya.

    Tema besar yang diusung dalam Sarasehan Nasional dan PKL PMII Kota Metro
    Ini adalah Ijtihad PMII Dalam Mengawal Ekonomi Kerakyatan.

    Ketua Umum PC PMII Kota Metro, Ari Kurniawan, menyampaikan, kegiatan ini digelar untuk menjaga mata rantai intelektual pengkaderan PMII agar tumbuh subur dibumi Sai Bumi Ruwai Jurai.

    “Meskipun kegiatan ini dilakukan di tengah pandemi Covid 19, kami pastinya tetap menjaga protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum memasuki rungan, untuk itu kegiatan ini dilakukan secara dua sesi yaitu daring dan luring, sehingga kegiatan PKL ini tidak mengurangi marwah dan tidak mengurangi proses pengkaderan ditengah pandemi Covid 19 yang melanda negara tercinta Indonesia,” tambahnya.

    “Dengan diadakanya PKL ini dapat melahirkan kader mujtahid dan mereka mampu menjadi pelopor dalam menangani krisis yang sesuai dengan tema kita yakni Ijtihad PMII Dalam Memgawal Ekonomi Kerakyatan”, tutupnya.

    Kegiatan istimewa yang berlangsung secara daring dan luring tersebut dihadiri; pengasuh Pesantren Wali Songo Lampung Tengah, Gus Syaikhul Ulum Syuhada, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kota Metro, Ketua Umum PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri, Ketua Umum PKC PMII Lampung, Ahmad Hadi Baladi Umah, Sekretaris PKC PMII Lampung, Aris Tama, para pemateri, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan)

  • Katib Syuriah NU Lampung Tengah, Kiai Budi Sriono Yang Visioner dan Enerjik itu Wafat

    Lampung Tengah: “Innalillahi wainnailaihi rojiun telah wafat Kiai Budi Sriono, di RS Harapan Bunda, Bandar Jaya, Lampung Tengah” begitulah pesan berantai yang masuk dalam group whatsapp keluarga besar NU Lampung Tengah, Kamis (29/7/2021) malam lalu, bertepatan 19 Dzulhijjah 1442 H.

    Pengabdian khidmat beliau almarhum Kiai Budi Sriono, S.Ag, M.M, di NU adalah sebagai Katib Syuriah PCNU Kabupaten Lampung Tengah masa khidmat 2017 – 2022.

    Banyak kenangan yang membekas dari beberapa tokoh NU kepada beliau dalam bentuk testimoni kepada almarhum Kiai Budi Sriono.

    Ketua PCNU Kabupaten Lampung, KH. Imam Suhadi, disela-sela pelepasan jenazah menyampaikan, beliau adalah salah satu kader terbaik NU di Lampung Tengah yang rajin silaturahim, bertanggung jawab, hal tersebut terlihat, teruji ketika beliau menjadi Ketua Panitia Pelaksana Konfercab PCNU Kabupaten Lampung Tengah pada 2012 silam di Pesantren Nurul Qodiri Kali Palis, Way Pangubuan. Agenda tersebut berjalan sukses dan lancar.

    Wakil Sekretaris PWNU Provinsi Lampung, KH. Muhyidin Thohir, M.Pd.I, menyampaikan, baginya, sosok Kiai Budi Sriono adalah kader NU yang peduli, berkomitmen dalam berorganisasi selalu menekankan agar para pengurus NU di semua tingkatan untuk memahami dan menjalankan AD dan ART NU.

    “Saya mengenal almarhum sudah 15 tahun lebih. Ia berjuang untuk NU telah dimulai sejak mahasiswa, masa muda dan seterusnya. Beliau aktif di PMII, selanjutnya di GP Ansor, dan berlabuh menjadi pengurus PCNU Lampung Kabupaten Tengah, hingga puncaknya sebagai Katib Syuriah NU Kabupaten Lampung Tengah, semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik untuk almarhum Kiai Budi Sriono, “ tutup Instruktur PKPNU PWNU Provinsi Lampung ini.

    Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Lampung Tengah, Nanang Susanto, S.Pd.I, menyampaikan kesannya, Kiai Budi Sriono sebagai Katib Suryah PCNU Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu Kiai yang open (peduli), sering menguatkan internal Pengurus Cabang NU, memotifasi pengurus, memberikan semangat dalam mengamalkan dan menegakkan Akidah Ahlussunah Wal Jama’ah an Nahdliyyah di tengah masyarakat.

    “Disamping itu Kiai Budi Sriono, sering memotifasi kader NU untuk berkreasi di tengah masyarakat, misalnya kader yang ingin menjadi Kepala Kampung, di dukung dan di motifasi, agar bisa menegakkan Akidah Ahlussunah Wal Jama’ah an Nahdliyyah di Kampung / Desa masing – masing yang di pimpinnya,” tutup Koordinator TPP Kabupaten Lampung Tengah ini.

    Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono, S.E, menyampaikan testimoninya, Kiai Budi Sriono adalah orang tua, sekaligus salah satu dewan penasehat PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, beliau ini seorang yang tegas, pemberani dalam memperjuangkan NU, terkadang tanpa memikirkan kondisi kesehatan yang masih sakit, beliau berkarakter visioner juga enerjik dalam segala hal, apalagi kalau berkaitan dengan NU.

    Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Lampung Tengah, Hj. Mar’atus Sholikhah, S.Ag, M.M, memberikan kesaksian, mas Kiai Budi Sriono selaku Katib Syuriah PCNU Kabupaten Lampung Tengah, selamat jalan sahabat, senior, kakakku, engkau orang baik di PMII, GP Ansor, dan di NU saksi pergerakan dan perjuanganmu, semoga Allah SWT tempatkan di tempat yang layak, aamiin.

    Ketua PC PMII Kabupaten Lampung Tengah masa khidmat 2018-2019, Muhammad Muflih, S.Pd.I, mempunyai pengalaman tersendiri dengan Kiai Budi Sriono, beliau orang baik, terkadang beliau menjadi kakak, teman, sekaligus orang tua bagi kami aktivis muda NU, khususnya bagi teman teman PMII masa khidmat 2018 – 2019, beliau adalah sosok yang seperti tak pernah kehabisan energi dan tawa untuk dibagikan kepada sahabat sahabat setiap kali bertemu dalam setiap forum.

    Kiai Budi Sriono, S.Ag, M.M, selain aktif di PCNU Kabupaten Lampung Tengah, juga sebagai ASN di Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, yakni sebagai Kepala KUA Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah.

    Kiai Budi Sriono, S.Ag, M.M, meninggalkan 1 istri dan 3 anak. Kini, beliau di makamkan di TPU Kampung Sendang Agung, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.
    (Akhmad Syarief Kurniawan)

  • PWNU Provinsi Lampung Instruksikan Shalat Ghaib Untuk Nyai Hj. Subhianah, Istri Rais Syuriah NU Lampung

    Lampung Tengah: Masih dalam suasana duka wafatnya Nyai Hj. Subhianah binti H. Abdurrahman keluarga besar Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, jajaran pengurus PWNU Provinsi Lampung menginstruksikan kepada PCNU, Lembaga NU, Badan Otonom NU, dan pimpinan / pengasuh Pesantren dibawah naungan NU se Provinsi Lampung untuk menggelar shalat ghaib, yasin, tahlil untuk almarhumah.

    Hal disampaikan Sekretaris PWNU Provinsi Lampung, H. Aryanto Munawar, Jumat (30/7/2021) malam, di Bandar Lampung, yang dituangkan dalam surat instruksi No. 239/PWNU/A.1/VII/2021.

    “Kami atas nama keluarga besar PWNU Provinsi Lampung menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga beliau husnul khatimah, dan keluarga besar abah KH. Muhsin Abdillah diberikan kesabaran,” tambahnya.

    Nyai Hj. Subhianah binti H. Abdurrohman atau akrab di panggil Bu Nyai Muhsin Abdillah adalah istri KH. Muhsin Abdillah, Rais Syuriah PWNU Provinsi Lampung masa khidmat 2018-2023, sekaligus pengasuh Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah.

    “Innalillahiwainnailaihirojiun telah wafat (baru saja) Ibu Nyai Muhsin Abdillah di PP Darussa’adah,” begitulah pesan berantai yang masuk dalam keluarga besar NU Lampung, Jumat (30/7/2021) malam, bertepatan 20 Dzulhijjah 1442 H.

    “Bu Nyai Muhsin Abdillah kapundut,” kirim SMS dari Ketua PW RMI NU Provinsi Lampung, Gus Hisyam di group whatsapp KBNU Kabupaten Lampung Tengah, pukul 20.50 WIB.

    Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah, KH Imam Suhadi, menyampaikan, beliau adalah orang baik, tirakat, perjuangan, pengabdian yang tak terhingga selama menemani abah Rais Syuriah PWNU Provinsi Lampung, KH. Muhsin Abdillah, dalam membina, mengasuh dan membimbing para santri Darussa’adah, semoga beliau husnul khatimah, alfaatihah.

    Ribuan santri, alumni, dan para takziyah menjadi saksi kepergian beliau untuk selama-lamanya. Nyai Hj. Subhianah binti H. Abdurrohman dimakamkan di komplek Pesantren Darussa’adah Mojo Agung, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan)